JM and Gary Clark Jr. perform onstage during the Rock Hall 2013 on April 18 in Los Angeles, California.
JM and Gary Clark Jr. perform onstage during the Rock Hall 2013 on April 18 in Los Angeles, California.
Sempat ragu, tapi sekarang dengan yakin saya nyatakan : I believe in Ridwan Kamil
Saya juga :D Selamat memilih, Bandung!
Ridwan Kamil, I heart yaaaa! Selamatkan Bandung.
The Home of the Hereafter (Surat al-An`am – Quran 6:32)وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَAnd the worldly life is not but amusement and diversion; but the home of the Hereafter is best for those who fear Allah , so will you not reason?From the Collection: Quran 6:32
Originally found on: islam117
Terlalu cinta buat ngelepasin, terlalu lemah buat terus bertahan, terlalu capek buat nunggu. Ya kurang lebih itu yang saya rasain sekarang. Lebay? Enggak. Karena kamu gak tahu rasanya ada diposisi saya. Yang saya tahu, yang dijalani dengan sepenuh hati, tidak akan sia-sia. Semoga perjuangan saya sama kamu juga gak akan sia-sia. Yang saya tahu, orang yang selalu bisa bikin kita bahagia bahkan waktu kita lagi sangat-sangat dibawah itu harus dipertahankan. Artinya? Kamu harus dipertahankan. Saya sayang kamu, saya kangen kamu. Mungkin kamu bosan dengerin kata-kata saya itu. Tapi entah kenapa, berapa kalipun saya menyatakan perasaan saya sama kamu, rasanya tidak akan pernah cukup. Rasa sayang saya ke kamu tidak pernah habis. Sama seperti kangen saya ke kamu yang selalu menagih buat ketemu kamu. Saya gak pernah kehilangan harapan sama kamu. Gak pernah kehabisan kesabaran buat selalu nunggu kamu dan pelan-pelan ngebangun lagi semua cerita kita. Saya… Rasanya pengen nangis nulis ini. Mengutip kata @shitlicious : Wanita bisa selalu tertawa didepan kekasihnya. Tp tak bisa menahan tangis, saat didepan boneka kesayangannya. Iya, boneka teddy bear warna creamy vanilla yg sangat fluffy yang nyaman sekali dipakai sandaran saat menangis. Yang kamu kasih ke saya waktu kamu sayang banget sama saya, yang saya kasih nama Jino. Saya gak pernah tahu bahwa boneka ini bisa lebih setia daripada kamu. Bisa jadi sandaran saya waktu menangis, bisa jadi pengganti kamu yang saya kangenin tiap tengah malam. Yang saya peluk waktu kamu gak ada. Yang saya peluk waktu saya sama kamu terasa begitu jauh.. Setidaknya, sisa-sisa cerita indah kita yang dulu ada bekasnya. Disini, dipelukan saya. Setidaknya, Jino tetap disini, waktu kamu terus berjalan tanpa melihat kebelakang. Jino selalu siap untuk dibasahi dengan kucuran air mata karena menahan rindu, menahan sakit, menyabarkan diri. Jino tetap disini, waktu kamu tidak peduli.
“memang menyakitkan, segimana besarnya masalah kita, orang-orang lain akan tetap berjalan maju. tidak ada yang memahami. walaupun ketika kita cerita mereka pasti akan bilang ‘gue tau apa rasanya’. tapi mereka tidak bener-bener tahu. karena mereka tidak di dalem posisi kita. tidak. orang-orang lain akan tetap memperlakukan kita seperti orang biasa. tanpa tau apa yang kita jalani. tanpa tau apa yang sedang kita alami. sebesar apapun badai yang ada dihati kita saat ini. the world will keep on moving, and i’ll keep on standing.”
In our society today girls feel that they need to be skinny in order to find love. Fact is, your true love is gonna love you no matter what. If he cares about the size of your thighs more then the size of your heart…drop him my darlings as no man should make you feel bad about your size if he truly loves you <3
(Source: chasind)
Holding hands may seem like an innocent gesture, but they show more than a simple interlocking of fingers. Your hands are one of the most essential parts of your body: you build with them, feed with them, hold with them, touch with them, fight with them; they are the tools of the human body. To take a hold of another’s hand is to break from living individually. It is to link yourself to another being, to momentarily entwine your life with another’s, to promise, for a moment, that you need not face the world alone. More simple, more aesthetically naive than other forms of affection, i.e kissing, hugging, sexing.., the act of holding hands is often trivialized in its true implications.
(Source: love-tragedy)
(Source: thegifsdiaries)
Selalu ada hari dimana aku selalu merasa tidak diinginkan oleh siapapun untuk berada didunia ini. Merasa kesepian, sedih, lelah, tapi tidak ada teman untuk bersandar. Aku mempunyai banyak teman, teman yang anya ada saat aku bahagia. Teman yang hanya ada untuk tertawa bersama, bukan untuk ditangisi bahunya. Bukan teman yang siap menerima segala keluh kesahku dan mengatakan bahwa semuanya hanya baik-baik saja.
Lalu akhirnya aku memilih untuk memakai topeng. Topeng yang tidak terlihat oleh kasat mata. Topeng itu, senyumku. Senyum dan tawa yang aku pasang didepan semua orang. Aku tertawa, aku terrsenyum. Aku tampak seolah-olah aku sangat tertarik. Padahal aku lelah. Aku kesepian. Aku sedih. Aku memang munafik. Aku memalsukan diriku didepan semua orang. Tapi itu hanya karena aku tidak ingin orang-orang menganggapku cengeng. Lalu saat aku dirumah, aku masuk kedalam kamar, aku tutup rapat pintunya, aku mengasingkan diri dari dunia luar. Aku menangis didepan boneka kesayanganku. Aku beranjak kedepan cermin lalu aku menangis. Aku menutup wajahku. Aku melepas topengku. Hal yang hanya bisa aku lakukan saat aku sendirian. Karena aku yakin, diluar sana tidak akan ada orang yang bisa mengerti apa yang aku rasakan.
Aku memeluk bonekaku dan aku meneteskan airmataku dalam pelukan boneka kesayanganku ini. Boneka beruang empuk besar dengan bulu-bulu halus berwarna kuning pucat yang selalu setia menemaniku.
Aku lelah, karena tak peduli seberapa keras aku mencoba, aku tidak pernah cukup baik untuk siapapun. Aku tidak pernah cukup cantik untuk siapapun. Aku tidak pernah bisa lebih pintar dari teman-temanku. Aku tidak bisa lebih bebas dari teman-temanku. Tidak bisa lebih kaya dari mereka. Tidak bisa menunjukan siapa diriku sebenarnya kepada siapapun yang tahu aku. Aku sedih karena aku tidak pernah bisa membanggakan siapapun yang ada disekelilingku, tidak bisa membuat mereka bahagia karena sudah memiliki aku disekeliling mereka.
Lalu aku tertawa lagi bersama teman-temanku. Memasang kembali topengku. Selalu seperti itu sampai akhirnya aku terbangun dipagi hari dan aku sadar, aku lelah memalsukan diriku sendiri. Aku terlalu berusaha agar aku melupakan segala rasa sakit yang melanda perasaan ini, hingga aku lelah lagi. Lagi dan lagi aku rasakan perih yang sama. Lagi dan lagi aku rasakan kecewa yang sama.
Kamu, yang membaca cerita ini dari awal sampai akhir. Aku hanya ingin kamu tahu, bahwa aku juga manusia. Aku tidak bisa terus menerus dipaksa bekerja dan dituntut untuk selalu menjadi sempurna seperti robot. Aku juga butuh seseorang yang mau menerima aku dan segala kekuranganku. Aku juga butuh orang untuk memelukku saat aku merasa hancur. Aku juga butuh seseorang yang siap aku tangisi bahunya. Aku butuh seseorang untuk selalu menjagaku. Aku butuh seseorang yang menginginkan aku…
(Source: sanggupkah)
Had several photo-taking todaayy